KAMPAR (RIAU), KOMPASPOS.COM - Polsek Tambang gelar rapat koordinasi (Rakor) antisipasi kelangkaan BBM dengan para pemilik/pengurus SPBU di ...
KAMPAR (RIAU), KOMPASPOS.COM -Polsek Tambang gelar rapat koordinasi (Rakor) antisipasi kelangkaan BBM dengan para pemilik/pengurus SPBU di wilayah hukum Polsek Tambang, Rabu, (6/5/26), sekira pukul 09.30 WIB, bertempat di ruangan Kapolsek Tambang.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Tambang, AKP Aulia Rahman, dihadiri Manager SPBU Desa Kualu Hamdan Kamal, Manager SPBU Desa Sungai Pinang M. Yusuf, Pengawas SPBU Kampa Mareta Angela, Keamanan SPBU Kualu Nenas Bpk. Yendra, Manager Area PT. Awal Bros Bobby, serta Ps Kanit Polsek Tambang AIPDA J. Sianipar.
Dalam arahannya, Kapolsek Tambang, AKP Aulia Rahman meminta kepada seluruh pemilik/pengurus SPBU agar menjaga stabilitas distribusi BBM dan tidak melakukan praktik penimbunan maupun penyalahgunaan yang dapat memicu keresahan masyarakat.
Kapolsek juga mengimbau agar mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas akibat kelangkaan BBM, seperti antrian panjang, perselisihan antar masyarakat, hingga aksi protes, dengan melakukan pengaturan pelayanan secara tertib dan transparan.
Selain itu, Kapolsek juga menegaskan agar tidak melayani pembelian BBM menggunakan jerigen/drum tanpa rekomendasi resmi guna mencegah penyalahgunaan dan distribusi tidak tepat sasaran.
"Utamakan pelayanan kepada masyarakat umum serta pastikan penyaluran BBM berjalan adil dan merata," tegas Kapolsek
Dalam hal terjadi keterlambatan pasokan BBM, Kapolsek meminta agar pihak SPBU segera memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat untuk mencegah kesalahpahaman dan potensi konflik.
Sementara, untuk mengantisipasi kemacetan di jalan raya akibat antrian kendaraan di SPBU, AKP Aulia mengimbau agar mengatur jalur masuk dan keluar kendaraan secara tertib, todak membiarkan antrian meluber ke badan jalan, menyediakan petugas pengatur lalu lintas internal SPBU, dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk penempatan personel di titik rawan kemacetan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Sementara Polsek Tambang sendiri, kata AKP Aulia, akan melaksanakan patroli, pengamanan, dan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU maupun ruas jalan rawan macet.
"Polsek Tambang akan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis kepada masyarakat, namun tetap tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hukum, baik terkait distribusi BBM maupun ketertiban lalu lintas," pungkas Kapolsek.
Terakhir Kapolsek berharap kepada seluruh pihak agar menjaga situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Tambang.
Dari pihak SPBU, Hamdan Kamal menyampaikan bahwa dalam operasionalnya selalu berada dalam pengawasan ketat dari pemerintah, media, serta pihak pengawas terkait lainnya.
"Seluruh aktivitas penyaluran BBM di SPBU telah dilengkapi dengan sistem CCTV yang terintegrasi dan terhubung langsung dengan pihak pengawas di tingkat pusat, sehingga setiap kegiatan dapat dimonitor secara real time," ujarnya.
Selain itu, kata Hamdan Kamal, sistem pengawasan distribusi BBM juga berada dibawah kontrol pihak PT Pertamina (Persero), termasuk pengaturan kuota dan distribusi BBM ke masing-masing SPBU.
"Pihak SPBU menegaskan bahwa apabila terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang telah ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero), maka sanksi tegas akan langsung diberikan berupa skorsing operasional hingga penghentian suplai BBM ke SPBU yang bersangkutan," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, sambung Hamdan Kamal, pihak SPBU telah melakukan pengaturan antrian kendaraan, penempatan petugas di lapangan, serta pengelolaan jalur masuk dan keluar agar tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan raya, dan Pihak SPBU juga membuka ruang koordinasi dengan pihak Kepolisian untuk membantu pengaturan lalu lintas pada saat terjadi kepadatan atau antrian panjang.
"Kami pihak SPBU juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tertib, mengikuti antrian, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas," pungkasnya.
Sementara, Kanit IK Polsek Tambang, AIPDA J. Sianipar menambahkan, bahwa unit Intelkam Polsek Tambang telah melaksanakan monitoring dan penggalangan terhadap seluruh SPBU di wilayah hukum Polsek Tambang guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas akibat kelangkaan BBM.
"Kami melaksanakan patroli secara rutin dan intensif ke SPBU, khususnya pada jam-jam rawan terjadinya antrian panjang dan potensi konflik di tengah masyarakat," ujar J. Sianipar.
Sianipar juga menegaskan bahwa pihaknya mengoptimalkan koordinasi dan komunikasi dengan pihak SPBU, termasuk melalui grup WhatsApp yang telah dibentuk, guna memperoleh informasi cepat terkait ketersediaan stok, distribusi, serta perkembangan situasi di lapangan.
Selain itu, sambung Sianipar, pihaknya juga melakukan deteksi dini dan pemetaan terhadap potensi kerawanan, seperti penimbunan BBM, penyalahgunaan pengisian menggunakan jerigen/drum, serta adanya oknum yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
"Kami akan menghimpun dan menyajikan informasi intelijen secara akurat dan berkesinambungan sebagai bahan analisa pimpinan dalam mengambil kebijakan," pungkasnya.
Penulis : Canggih

COMMENTS