MUSI BANYUASIN (SUMATERA SELATAN), KOMPASPOS.COM - Diduga limbah lahan perkebunan Ubi Kayu yang memasuki sungai Jamban besar dan sungai Jam...
MUSI BANYUASIN (SUMATERA SELATAN), KOMPASPOS.COM - Diduga limbah lahan perkebunan Ubi Kayu yang memasuki sungai Jamban besar dan sungai Jamban kecil di Desa Muara Teladan Sekayu, Diduga milik dari Perusahaan PT BAM (Babat Agro Mandiri) yang berlokasi di Dusun IV Desa Muara Teladan, Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin, membuat warga resah, Selasa, (23/01/2024).
Pasalnya, Beberapa warga di sepanjang anak sungai Jamban besar dan Jamban kecil merasa tidak nyaman lagi dikarenakan setiap turun hujan air yang mengalir ke anak sungai tersebut tercemar akibat bercampur lumpur hasil garapan pembuatan lahan tersebut sehingga air bersih, bila musim hujan tiba berubah menjadi keruh dan kuning.
Hal ini dikatakan Mat Ali salah satu warga Dusun IV RT/RW 013/006 Muara Teladan Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin selaku pemenang lelang sungai Jamban.
"Kepada yang terhormat bapak Pj Bupati Musi Banyuasin, Saya sampaikan kepada pak Pj Bupati Musi Banyuasin, H. Apriyadi Mahmud selaku kepala Daerah di Kabupaten Musi Banyuasin tentang adanya Dugaan pencemaran lingkungan di Dusun Desa Muara Teladan Kecamatan Sekayu tempat dimana kami menjalani kehidupan sehari-hari," ungkapnya, Senin (22/01/2024).
Menurut dia, sejak dibukanya lahan perkebunan Ubi Kayu yang menyatakan milik dari Perusahaan PT BAM (Babat Agro Mandiri) yang berlokasi di Dusun IV Desa Muara Teladan.
"Kami khususnya beberapa warga di sepanjang anak sungai Jamban besar dan Jamban kecil merasa tidak nyaman lagi dikarenakan setiap turun hujan air yang mengalir ke anak sungai tersebut tercemar akibat bercampur lumpur hasil garapan pembuatan lahan tersebut sehingga air bersih yang selama ini dapat kami nikmati sekarang bila musim hujan tiba berubah menjadi keruh dan kuning," ujarnya.
Masih kata Mat Ali, Kayu hasil dari pembukaan atau penebangan lahan perkebunan perusahaan PT BAM tersebut di buang di anak sungai Jamban, Sehingga aktivitas melalui anak sungai tersebut terganggu.
Adapun sungai Jamban besar dan sungai Jamban kecil tersebut setiap tahun-nya diadakan lelang sungai di Desa Muara Teladan.
"Dengan kejadian anak sungai yang di tutup oleh batang kayu dari hasil penebangan perusahaan PT BAM tersebut maka penghasilan ikan yang selama ini kami terima sudah berkurang dan tidak seperti biasanya lagi," Keluh Mat Ali.
"Untuk itu saya selaku rakyat yang berdaulat dan juga sebagai warga negara indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin menyampaikan kepada pak Pj Bupati selaku Kepala Daerah Kabupaten Musi Banyuasin untuk dapat memberikan tindakan kepada pihak perusahaan yang melakukan perbuatan tidak sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2009 tentang sumber daya air dan Pasal 18A, Pasal 188, Pasal 20, Pasal 21, dan Pasal 33 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," Tegasnya.
"Maka dari itu saya berharap kepada pak Pj Bupati Apriyadi Mahmud selaku Kepala Daerah Kabupaten Musi Banyuasin dapat untuk memberikan rasa keadilan kepada kami selaku warga masyarakat bapak dan juga melalui dinas terkait yang bapak tunjuk untuk dapat meninjau serta menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di Dusun kami," Pungkas Mat Ali.
Menurut Mat Ali, Pihaknya sudah mengirimkan surat laporan kepada H. Apriyadi Mahmud selaku Pj Bupati Musi Banyuasin pada senin (22/01/2024) terkait adanya dugaan limbah lahan diduga milik PT BAM (Babat Agro Mandiri).
Sementara, Pihak dari Perusahaan PT BAM (Babat Agro Mandiri), Belum bisa dikonfirmasi awak media ini.
Penulis : Amran
COMMENTS