KAMPAR (RIAU), KOMPASPOS.COM - Dalam rangka konsolidasi penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik, serta sinergitas pemerintah Pusat ...
KAMPAR (RIAU), KOMPASPOS.COM - Dalam rangka konsolidasi penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik, serta sinergitas pemerintah Pusat dan Daerah, Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian kembali menggelar Rapat Koordinasi bersama para Penjabat (Pj) Kepala Daerah se-Indonesia di Kantor Kemendagri Jakarta secara Virtual, Selasa, (1/11/2022).
Diikuti seluruh Pejabat Kepala Daerah dan Penjabat mulai dari Gubernur, Bupati, Walikota se-Indonesia, termasuk diikuti langsung oleh Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol, MM secara Zoom atau Virtual di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar.
Turut mendampingi Rakor tersebut, Asisten III Ir Azwan, Kadis PU PR Afdal, ST, Kepala DPMPTSP Hambali, Kadis Perkebunan Syahrizal, Kaban Bappeda Ardi Mardiansyah, Kaban Kesbangpol Hamadi, Kadis Kominfo Yuricho Efril diwakili Kabid Persandian Rahmad Junaidi, serta Kabag Tapem Tengku Said Hidayat.
Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa pada dasar hukum penunjukan Penjabat Kepala Daerah untuk mengisi kekosongan Gubernur, Bupati, Walikota dan Sekda diangkat sebagai Penjabat menjelang pemilihan serentak nasional 2022, dan Pj Kepala Daerah ini merupakan orang-orang pilihan.
Untuk itu, kata Tito, tugas dan wewenang Penjabat (Pj) Kepala Daerah dalam memimpin urusan pemerintah yang berdasarkan kebijakan yang ditetapkan DPRD, menyusun dan mengajukan RPJPD dan rancangan perda RPJMD, serta menyusun dan mengajukan Ranperda APBD dan Perubahan APBD serta pertanggungjawaban APBD.
Selanjutnya, sambung Tito, Pj juga memiliki wewenang seperti mengajukan rancangan perda, penetapan Perkada, dan mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak yang dibutuhkan daerah dan masyarakat.
Menindaklanjut tugas dan wewenang tersebut, Tito menegaskan bahwa dalam membangun sumber daya manusia harus melalui dua aspek yakni, peningkatan kualitas pendidian dan pelayanan kesehatan.
Dalam SDM sendiri, kata Tito, harus fokus pada mutu pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal mulai TK, SD sampai perguruan tinggi. Tinjau langsung dimana kurangnya, apa disuatu sekolah tersebut kurang guru atau prasarana lainnya, segera dibantu sesuai dengan potensi sumber daya yang ada diwilayah.
Selanjutnya dibibidang Kesehatan, Tito menegaskan untuk cek mulai dari posyandu dengan membuat inovasi program yang bermuara pada penanganan Stunting. Pahami betul stunting atau dalam perbaikan kekurangan gizi.
"Untuk diketahui, kekurangan gizi kronis pada saat 1.000 hari pertama kehidupan dapat menyebabkan stunting. Dimana masa ini 270 hari masa kehamilan, 730 hari pada 2 tahun pertama kehidupan anak dan ini adalah periode emas bagi anak," jelas Tito.
Sementara itu, Pj Bupati Kampar Dr Kamsol, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa menyambut baik apa yang menjadi arahan Mendagri.
"Semua yang disampaikan Menteri adalah tugas kita bersama, dengan DPRD serta setiap OPD agar semua program kemasyarakatan terus berjalan," ujar Kamsol.
"Program yang utama adalah peningkatan pelayanan peningkatan mutu pendidikan, Kesehatan serta ketahanan pangan atau sektor pertanian. Dengan demikian, perlu kerjasama setiap stake holder serta Forkopimda Kampar," pungkas Kamsol.
Penulis : Canggih

COMMENTS