PELALAWAN (RIAU), KOMPASPOS.COM - Dampak musim hujan dan banyaknya mobil berat perusahaan yang melintas, kondisi jalan poros lintas Ukui-Ke...
PELALAWAN (RIAU), KOMPASPOS.COM - Dampak musim hujan dan banyaknya mobil berat perusahaan yang melintas, kondisi jalan poros lintas Ukui-Kerumutan tampak semakin rusak parah.
Demikian disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan dari fraksi PKB Dapil Ukui-Kerumutan, Suwandi, ST, Rabu, (30/11/22).
"Kita merasa prihatin dengan kondisi jalan poros Ukui-Kerumutan pada saat ini dalam kondisi rusak berat yang disebabkan oleh faktor alam yakni curah hujan tinggi dan banyaknya mobil berat keluar masuk yang muatannya melebihi kapasitas," ujar Anggota Komisi II DPRD kabupaten Pelalawan ini.
Seperti kita ketahui, kata Suwandi, jalan aspal ini kapasitasnya hanya delapan ton, sementara yang melintasi 20 sampai 40 ton.
"Contoh saat ini jalan mau menuju kantor Camat Kerumutan itu sudah rusak parah karena yang lewat mobil tronton mulai dari roda 10 sampai roda 12. hal ini kalau dibiarkan akan berlarut larut. Kalau dibangun aspal satu kilo, yang hancur hampir sepuluh kilo," kata Suwandi.
Suwandi berharap kepada dinas terkait PUPR dan Dishub agar segera turun ke lapangan untuk melihat dan memantau lansung kondisi jalan saat ini dan mengevaluasinya.
"Saya sudah banyak mendapat laporan dan keluhan masyarakat terkait jalan ini. Pihak dinas ini harus secepatnya mencarikan solusi terkait masalah jalan ini," pungkas Suwandi.
Di tempat terpisah, Indah Ananda selaku ketua Umum Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kecamatan Kerumutan (HIPMAKER) juga mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan yang ada di Kecamatan Kerumutan saat ini.
"Kondisi rusak bahkan setiap jalan yang sudah dibangun rusak kembali dalam jangka waktu yang tidak lama," ujar dia.
Dia menduga penyebabnya adalah banyaknya truk perusahaan yang lewat yang membawa buah sawit dalam kapasitas berlebih.Hal ini tentunya menjadi sorotan umum dan keluhan masyarakat Kerumutan.
"Terutama jalan yang ada di kelurahan Kerumutan Dusun Bukit Garam dan Kapau. Akibatnya banyaknya jalan yang rusak menimbulkan kecelakaan yang beruntun terjadi," kata dia.
Menurut dia, sudah berulang kali jalan ini menjadi pembahasan yang intens terhadap pemerintah, Perusahaan dan peron yang ada di Kerumutan, bahkan HIPMAKER sendiri sudah pernah melakukan audiensi di kantor camat bersama instansi terkait. Namun saat ini permasalahan ini juga belum diperhatikan sepenuhnya.
"Saya berharap kedepannya dalam waktu yang tidak diulur, artinya ini adalah penting dan mendesak agar seluruh pihak pemerintah, perusahaan, dan peron yang beroperasi di Kerumutan bisa memberikan Feedback untuk masyarakat setempat," pungkas dia.
Penulis : Asnawir

COMMENTS