MUSI BANYUASIN (SUMATERA SELATAN), KOMPASPOS.COM - Biadab, kata yang pantas untuk seorang Oknum Guru Ngaji sekaligus Ustadz inisial S (43) ...
MUSI BANYUASIN (SUMATERA SELATAN), KOMPASPOS.COM - Biadab, kata yang pantas untuk seorang Oknum Guru Ngaji sekaligus Ustadz inisial S (43) warga Sidorejo kecamatan keluang kabupaten Musi Banyuasin yang tega mencabuli Murid ngajinya yang masih berusia 8 tahun, dan masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 2 di Sidorejo kecamatan Keluang.
Peristiwa Pencabulan tersebut terjadi pada Jumat (18/11/22) sekira pukul 15.00 WIB, di rumah Pelaku. Kejadiannya bermula saat itu korban sedang bermain di sebelah rumah pelaku, kemudian pelaku memanggil korban, dan korbanpun menghampiri si pelaku.
Tanpa basa basi peelaku langsung menggendong korban dibawa masuk ke kamar pelaku sembari menciumi korban. Karena isteri pelaku lagi keluar rumah, maka pelaku langsung melancarkan aksi bejatnya.
Didalam kamar, Pelaku langsung mengeluarkan Kemaluannya dan menyuruh korban untuk megang kemaluan pelaku, setelah itu pelaku langsung melepaskan celana dalam korban dan langsung menyetubuhi korban layaknya suami istri, namun dikarenakan korban kesakitan dan menangis, akhirnya pelaku melepaskan korban dan mengancam supaya tidak bercerita sama siapapun.
Setelah kejadian tersebut, korban selalu murung. Melihat perubahan sikap terhadap putrinya, ibunda korban merasa curiga, dan berusaha mencari tahu apa penyebab buah hatinya jadi berubah, dan akhirnya, pada hari selasa (29/11/22) korban menceritakan semua yang menimpa dirinya. Betapa terkejutnya sang bunda setelah mendengar keterangan dari putrinya.
"Ya Allah Pak, kayak nak pingsan aku denger cerito anakku. Setelah itu anak ku langsung kubawa ke bidan desa bersama suamiku, setelah diperikso samo bidan desa, kami samo bidan desa diajak ke Dokter untuk memastike nian. Setelah diperikso oleh dokter, kami disarankan untuk Visum ke RS.Sekayu dan melapor ke Polsek Keluang," ujar ibunda korban sembari menangis.
Setelah melapor kepolsek keluang, kata Ibunda Korban, mereka langsung diantar oleh pihak polsek keluang ke PPA Polres Muba dan didampingi oleh pihak KPAD Muba. "Raso nak pingsan aku setelah denger keterangan dari dokter RS. sekayu tentang kondisi anak ku pak," kata dia lagi.
"Pokoknyo, aku dak terimo anakku sudah diperlakukan Cak itu samo dio, Aku dak akan maafkan dio pak. Masa depan anakku hancur karno dio, Hukum seberat beratnyo Pak," pinta ibunda korban.
Tentu saja peristiwa tersebut membuat gempar warga Sidorejo, dan sekira pukul 21.00 Wib, karena masa mulai banyak yang mendatangi rumah pelaku, akhirnya Satreskrim Polsek Keluang segera bergerak cepat untuk mengamankan pelaku agar tidak terjadi perbuatan anarkis oleh massa. Kemudian Pelakupun langsung diamankan di Mapolsek Keluang.
Saat awak media melakukan wawancara langsung terhadap pelaku di ruangan Reskrim polsek keluang. Atas keterangan dari pelaku sendiri, bahwa pelaku mengakui semua perbuatan biadab tersebut. Bahkan yang mengejutkan lagi, dari keterangan pelaku, bahwa korbannya bukan cuma 1 anak saja, sudah 4 anak yang diacabuli sebelum Si B tersebut.
Kapolsek keluang Iptu. M. Azwar Kurniawan.Sik yang diwakili Bripka Miswadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Demi menjaga hal hal yang tidak diinginkan, karena massa sudah banyak, maka atas perintah kapolsek, saya beserta Tim Reskrim lainnya segera mengamankan diduga pelaku pencabulan tersebut. Dan saat ini pelaku akan segera kita limpahkan ke unit PPA Polres Muba guna penyelidikan lebih lanjut," ujar dia.
Penulis : Amran

COMMENTS