ROKAN HILIR (RIAU), KOMPASPOS.COM - Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Menggelar Tr...
ROKAN HILIR (RIAU), KOMPASPOS.COM - Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Menggelar Training of Trainer (ToT) untuk para saksi PAN guna mengawali suara Partai pada Kontestasi Pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang, Ahad, (30/10/22), di halaman kantor Penghulu Sungai Kubu Hulu Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir.
Turut hadir, bendahara DPW PAN Riau Syamsurizal, seluruh ketua DPC yang mencakup delapan belas Kecamatan di Rokan Hilir sekaligus merangkap dua orang saksi yang diberi pelatihan training.
"Kegiatan ToT ini merupakan Amanat DPP PAN dan kegiatan ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali di Kecamatan yang berbeda, dan tujuan ToT ini membekali para saksi di perhelatan, pemilu, agar saksi mengetahui tanggung jawab dan wewenangnya," ujar Amansyah.
Menurut Amansyah, meskipun pemilu masih lama, namun PAN sudah membentuk Badan Saksi Daerah (BSD) disebabkan pelaksanaan ToT saksi sangat diperioritaskan.
"Hari ini kan berbeda, dulu saksi disiapkan menjelang Pemilu. Nah, untuk sekarang saksi harus di siapkan di awal-awal sebelum Pemilu, disebabkan banyak materi yang harus di sampaikan," ujarnya.
Dijelaskan dia, ToT ini tidak hanya dilaksanakan dari tingkat DPC tetapi juga sampai ke desa-desa, sekarang PAN sudah memiliki Aplikasi yang dinamakan sistim informasi PAN (simPAN).
"Dengan adanya aplikasi simPAN ini, memudahkan para saksi tentunya, dan pastinya juga harus mempunyai hp Android, sehingga bisa memperoses perhitungan masuk melalui aplikasi tersebut," kata dia.
Harapannya, sambung dia, kepada peserta saksi PAN khususnya di Rokan Hilir bisa memahami materi yang telah disampaikan melalui forum ToT ini.
"Harapan kita kepada para saksi ini, yang pertama mereka memiliki ilmu, dan yang kedua membangun militansi di partai. Makanya saya sebutkan, partai ini tidak ada gunanya jika tidak punya kekuasaan, tetapi dengan adanya kekuasaan, kita bisa, membangun kampung, misalnya kalau Parati itu tidak ada dewanya, kepada siapa rakyat mengadu," pungkasnya.
Penulis : Romi

COMMENTS