PEKANBARU (RIAU), KOMPASPOS.COM - Presiden Jokowi mencabut 2.078 izin usaha pertambangan, 192 izin sektor kehutanan seluas 3.126.439 hektar...
PEKANBARU (RIAU), KOMPASPOS.COM - Presiden Jokowi mencabut 2.078 izin usaha pertambangan, 192 izin sektor kehutanan seluas 3.126.439 hektar hingga Hak Guna Usaha perkebunan seluas 34.448 dengan berbagai alasan mulai dari tidak menyampaikan rencana kerja hingga penelantaran.
Menyikapi itu, pakar lingkungan Dr. Elviriadi, M.Si melalui media kompaspos.com menyampaikan pandangannya, Sabtu (8/1/22).
"Ya, saya kira ini penegakan aturan yang sudah lama ditunggu publik. Selama ini pemanfaatan izin yang ditelantarkan cukup signifikan, yang dicabut saya kira baru 20%. Yang "lolos" masih ribuan hektar. Bahkan HGU tanpa izin di salah satu Kabupaten di Riau seluas 3000 hektar. Kita lihat nanti, mudah mudahan ada edisi cabut berikutnya," kata Elv
Kepala Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu menandang isu perijinan SDA merupakan pilihan politik peradaban.
"Izin kelola hutan, tambang dan hutan tanaman industri (HTI) inikan pilihan politik peradaban. Tidak semata soal teknis regulasi, cabut-setuju, teknis pembangunan dan ekonomi investasi. Itulah yang sulit dijelaskan hari ini. Kalau pemimpin seperti Bung Karno, Bung Hatta, M.Natsir, Buya Hamka clear memahaminya. Mereka kuat baca buku dan jam terbang konflik yang matang (mature by conflict). Nah, saya khawatir jika welltanscauung (wawasan) pemerintah parsial, maka perubahan sosial ekonomi tak terjadi, " ujar dia.
Maka, kata Akademisi yang kerap jadi ahli di pengadilan, pasca cabut ijin ini, rakyat sedang menanti sikap paradigmatis pemerintah (Kementerian LHK).
"Rakyat sedang menanti paradigma apa yang mau ditelurkan. Apakah profetis atau ujung ujungnya "dikejar" juga oleh re-kapitalisme. Jika profetis, maka spiritualitas transenden akan mengarahkan Presiden Jokowi dan Menteri Siti Nurbaya untuk mengkonsolidir rakyat melalui integrasi Pemda. Tapi jika prosedural formal, maka kemunculan kaum kapitalis untuk merebut HGU menguat," kata mantan aktivis mahasiswa
"Ah sudahlah, susah untuk menanamkan prinsip prinsip luhur bernegara Seperti Bicara diruang hampa, apalagi Saya pun dah tau kartu truf nya, jaringan aktornya. Kepunanlah budak Riaw, Wak. Telouw temakol dah langka akibat hutan gundul," pungkas putra Melayu yang selalu gundul demi hutan.
Penulis : Zurfami
COMMENTS