PEKANBARU (RIAU), KOMPASPOS.COM - Jika tidak ada aral melintang, besok pagi Pakar Lingkungan kunjungi Kota Duri dalam rangkaian roadshow aw...
PEKANBARU (RIAU), KOMPASPOS.COM - Jika tidak ada aral melintang, besok pagi Pakar Lingkungan kunjungi Kota Duri dalam rangkaian roadshow awal tahun 2022 ini.
Pantauan dari media Kompospos.com, Selasa siang, (04/01/22), tampak sejumlah tokoh masyarakat bermusyawarah dengan Dr.Elviriadi disalah satu Cafe Pekanbaru.
"InsyaAllah besok saya observasi sejumlah pencemaran, survey konflik lahan desa dalam HGU dan bertemu sejumlah aktivis. Ini roadshow pertama saya di Awal tahun 2022, masalah rakyat dibawah sungguh banyak dan kompleksitasnya tinggi," beber Elv.
Akademisi yang kerap jadi ahli di pengadilan ini menyampaikan rasa suka cita dengan tugas kemanusiaan dan pengabdian intelektual membuncah di tahun 2022.
"Alhamdulillah, makin banyak rakyat lemah memanggil hati saya haru bercampur gembira. Berarti secuil ilmu yang di titip Sang Pencipta berguna membela kaum terlunta. Entah sampai kapan "pengembaraan" intelektual saya bermuara di stasiun penghentian, panggilan warga semakin bertambah. Semoga dibuka Rahmat dan bimbingan Allah," pungkasnya.
Muhammad Sangap Siregar, seorang rekan karib seperjuangan Dr.Elv menyampaikan dukungan secara spontan.
"Sudah garis takdir pak Doktor itu bereksistensi di garis dan suara hati rakyat. Dia saya bilang mensejajarkan aspek ketokohan, intervensi politik lingkungan, keahlian dan keilmuan dan ladang amal khoirul ummah selamatkan alam lestari," ulas dosen STIKES Hang Tuah.
Diujung konfirmasi, Dr.Elv meminta pemerintah Propinsi Riau, pemerintah Kabupaten Bengkalis dan perusahaan swasta untuk menjaga kelestarian lingkungan Kota Duri.
"Mari kita sayangi kota Duri. Kota transit metropolis Pesantren megah dan berdiri Caltex dan Pertamina Hulu Rokan. Rakyat ramah tamah budi mulia akhlak orang Melayu jati. Tersebab itu, Ketika Duri tak lagi kau dustai, maka Duri akan membalasmu dengan keberkahan negeri. Semoge Duri tak kepunan lagi, walau telouw temakol dah melarikan diri akibat abrasi," pungkas ahli gambut Meranti yang selalu gundul demi hutan.
Penulis : Zurfami
COMMENTS