PEKANBARU (RIAU), KOMPASPOS.COM - Jika tak ada aral melintang, Kamis-jumat (4-5/11/21) depan, pakar lingkungan, Dr.Elviriadi, M.Si akan saf...
PEKANBARU (RIAU), KOMPASPOS.COM - Jika tak ada aral melintang, Kamis-jumat (4-5/11/21) depan, pakar lingkungan, Dr.Elviriadi, M.Si akan safari lingkungan ke Kabupaten Pelalawan.
Hal itu terungkap kepada media ini, Ahad (31/10) dalam perjalanan pulang tokoh muda asal Meranti dari Kabupaten Rokan Hulu.
"Iya, insyaAllah minggu depan (kamis & jumat) saya ada jadwal ke Pelalawan. Mulai dari konflik Bini Mudo, eeh, batin muda, mengisi Bimbingan Teknis Desa Langkan sampai mengisi seminar lingkungan hidup," gurau Mantan aktivis mahasiswa itu.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup ICMI itu menilai konflik kehutanan dan tanah ulayat adat sangat marak di Kabupaten Pelalawan.
"Kabupaten Pelalawan itu sarangnya konflik hutan tanah. Markasnya limbah tumpah. Sungai porak poranda. Sampai tanah ulayat Batin Mudo pun entah bagaimana bisa jadi huru hara. Untuk itu perlulah kita pikirkan bersama. Nak jadi ape nasib negeri Melayu ini," kata Elv bersemangat.
Selain itu, kata dia, Desa Desa di Pelalawan harus diperkuatkan. Jika kesigapan Pemerintahan Desa terbentuk, mana bisa lagi perusahaan, dan LSM pemeras Kades masuk begitu saja.
Akademisi yang kerap jadi saksi ahli di pengadilan itu berupaya menguatkan peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang Lingkungan Hidup.
"Di Kecamatan Langgam, saya akan Memberi Bimtek Desa Langkah Transformasi Menuju Desa Mandiri dan Seminar Tanah Ulayat Batin Mudo Batin Palabi. Selanjutnya Seminar lagi pada hari jumat (5/11) dengan LSM Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI). Ketua LPLHI ini adinda Afrizal, tokoh muda harapan langgam. Akan saya kaderisasi Afrizal budak Langgam, Dedi Kepala BPD Desa Langkan, dan Bati Mudo Batin Palabi menjadi "Hang Jebat" pengembali marwah negeri pewaris tahta bumi. Tak lupa saya hubungi adinda Syafrizal, Zukri Bupati dan Adinda Baharudin Ketua Dewan Pelalawan. Mari kita kepung para cukong penghisap tanah ulayat Kerajaan Pelalawan Negeri Berkilauan. Kalau tiarap semuo, alamat kepunanlah Wak Batin. Kepunan telouw temakol dihempas bono-lah," pungkas peneliti yang istiqamah gundul kepala demi nasib hutan.
Penulis : Zurfami
COMMENTS