KERINCI (JAMBI), KOMPASPOS.COM - Tiga galian C yang cukup besar yang berada di kecamatan gunung kerinci yang terletak di hulu air Sungai Tu...
KERINCI (JAMBI), KOMPASPOS.COM - Tiga galian C yang cukup besar yang berada di kecamatan gunung kerinci yang terletak di hulu air Sungai Tuak disebut-sebut sangat meresahkan warga kerinci yang bedekatan dengan Sungai Batang Marao Kabupaten Kerinci.
Tiga Galian C terbesar Di hulu Sungai Tuak yang berlainan lokasi diduga dimiliki tiga orang. Ketiga orang ini diantaranya, inisial PK. T, ER dan IRW. Dan dua diantara pemilik Galian C tersebut diduga anggota DPRD Kabupaten Kerinci.
Menurut keterangan salah seorang warga kelurahan Sulak Deras yang tidak ingin namanya dipublikasikan, saat di komfirmasi awak media Kompaspos.com beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa masyarakat sangat keberatan dengan adanya tiga Galian C di hulu Sungai Tuak, karena apabila musim hujan semua warga was was takut banjir akan datang.
Sementara itu, Ketua Ormas Tigo Luhah Tanah Sekuduh mengatakan, bahwa air di sungai batang merao dulunya sangat bersih hampir seluruh masyarakat kerinci khusus kecamatan sulak dan kecamatan gunung kerinci menggunakan air sungai batang merao untuk mencuci dan juga banyak warga yang mengkosumsi air sungai tersebut.
"Ikan-ikan juga banyak yang bisa diambil untuk dijual menambah ekomi masyarakat sehari hari, dan Banjir badang boleh di katakan tidak pernah terjadi di dua wilayah Gunung Kerinci dan kecamatan Sulak," jelasnya.
Akan tetapi, setelah adanya tiga Galian C Terbesar di hulu Sungai Tuak Air menjadi keruh setiap hari, banjir badang kerap melanda setiap musim hujan. Hal ini dikaranakan erosi dan ekosistim telah dirusak oleh Tiga Galian C tersebut yang berada di hulu Sungai Tuak kecamatan Gunung kerinci.
"Jika Pamerintah Kabupaten Kerinci dan pihak terkait tidak mengurangi wilayah Pertambangan Pasir tersebut dan tidak menertibkan pembuangan limbah galian, besar kemukinan masa mendatang Banjir badang akan menerjang wilayah Siulak Deras dan ekosistim lingkungan akan bertambah parah dan rusak total," pungkasnya.
Ditambahkannya, bahwa seluruh masyarakat Kerinci yang berdekatan dengan Sungai Batang Merao sangat berharap kepada pamerintah kabupaten kerinci dan pihak terkait untuk menertibkan pembuangan Limbah galian C tersebut dan juga mengurangi batas wilayah Pertambangan pasir di hulu Sungai Tuak demi untuk mengurangi tingkatan erosi dan pengerusakan ekosistim lingkungan.
Penulis : Yantoni


COMMENTS